Penggunaan Desinfektan dan Antiseptik pada Pencegahan Penularan Covid-19 di Masyarakat

Majalah Farmasetika, 5 (3) 2020, 137-145 DOI: https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v5i3.27066

Download PDF

Annisa Lazuardi Larasati*,1Chandra Haribowo2

1Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran,
 2Apotek Kimia Farma 7, Juanda, Bogor

*E-mail: annisa15030@mail.unpad.ac.id

(Submit 25/4/2020, Revisi 30/4/2020, Diterima 14/5/2020)

Abstrak

Covid-19 merupakan pandemi yang terjadi di berbagai belahan dunia dan menjadi salah satu bentuk kekhawatiran masyarakat. Penularan penyakit ini dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan salah satunya dapat menggunakan antiseptik dan desinfektan. Review ini bertujuan untuk menunjukkan efektivitas dari penggunaan antiseptik dan desinfektan untuk mencegah penularan Covid-19 di masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan antiseptik dan desinfektan untuk mencegah penularan Covid-19 efektif bila pemilihannya tepat serta digunakan sesuai dengan peruntukannya. Perlu adanya edukasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat guna menjadi tindakan pencegahan terhadap penyebaran lebih lanjut Covid-19 ini.

Kata Kunci: virus corona, Covid-19, antiseptik, desinfektan

Pendahuluan

Di penghujung tahun 2019, munculah suatu penyakit baru yang disebabkan oleh virus dan menyerang sistempernapasan, penyakit ini diketahui sebagai novel coronavirus disease 2019 (Covid-19)1. Covid-19 inimenyebar pertama kali dengan sangat cepat di Cina dan saat in sudah menyebar ke bagian negara lainnya.  Para tenaga medis yang bekerja saat ini telah mempelajari virus ini dan memungkinkan untuk menemukanlangkah-langkah yang tepat dilakukan untuk mencegah dan membatasi penyebaran yang semakin luas dancepat. 2,3 . Covid-19dapat menyebar melalui partikel-partikel dari bersin atau batuk penderita yang menempelpada objek lain seperti pakaian ataupun alat elektronik dari orang disekitarnya 1

Maka dari itu perlu adanya tindakan pencegahan pada penuluaran Covid-19 ini. Pandemi ini menjadi salah satu hal yang di khawatirkan oleh masyarakat, namun bisa dicegah dengan berbagai hal. Banyak cara untukmencegah penularan Covid-19 ini, salah satunya adalah dengan penggunaan antiseptik dan desinfektan. Penulisan ini bertujuan untuk menunjukkan efektivitas penggunaan antiseptik dan desinfektan padapencegahan penularan Covid-19 di masyarakat.

Metode

Artikel review ini dibuat dengan metode komparatif beberapa sumber jurnal. Studi literatur dilakukan secaraonline melalui penelusuran jurnal-jurnal yang terdapat pada  ElsevierSciencedirect, dan situs jurnal lainnya. Jurnal dan artikel yang digunakan merupakan jurnal atau artikel nasional maupun internasional dengan katakunci corona virus, Covid-19, antiseptik, dan desinfektan.

Hasil dan Pembahasan

Covid-19, merupakan penyakit yang disebabkan oleh jenis virus corona yang menyerang ke sistempernapasan. Virus corona sebenarnya pertama kali diidentifikasi pada tahun 1960-an. Umumnya virus iniditemukan pada hewan dengan spesies yang berbeda-beda seperti unta, sapi, kucing, dan kalelawar. Namun yang terjadi saat ini merupakan jenis baru dari virus corona yaitu Covid-19. Penyakit ini telahmencapai kriteria epidemiologis yang sekarang disebut dengan pandemi yang mendunia karena telahberhasil menginfeksi lebih dari 100.000 orang di lebih dari 100 negara4

Data yang didapatkan sekarang, di Indonesia terdapat sekitar 10.000 kasus yang terkonfirmasi denganjumlah pasien sembuh sekitar 1000 dan meninggal 647, sedangkan di seluruh dunia terkonfirmasi bahwamasyarakat yang terjangkit Covid-19 ini berjumlah sekitar 3 juta dengan jumlah pasien sembuh sebanyak743 ribu dan jumlah meninggal sekitar 190 ribu. Dengan jumlah masyarakat yang terjangkit sebanyak iniperlu dilakukan adanya langkah pencegahan guna menghindarai penyebaran yang lebih luas lagi.

Masyarakat masih banyak berpikir bahwa penularan Covid-19 masih bisa dihindari hanya denganmenjauhkan diri dari penderita saja, padahal penyakit ini dapat menyebar melalui partikel-partikel yangmenempel pada barang-barang disekitarnya. Virus dapat ditularkan dari 1 hingga 2 meter melalui batuk ataubersin. Cara transmisi virus yang lain adalah melaui kontak tangan, ataupun lingkungan yang terkena virus seperti gagang pintu, meja dan kursi. Sanitasi yang dapat dilakukan salah satunya adalah mencuci tanganserta muka dengan teratur.19,20,21Apabila sanitasi tidak diperhatikan, maka penyebaran akan semakinluas. Dapat dimisalkan seseorang yang terjangkit virus covid bersin dan tidak ditutup baik dengan tisuataupun diseka menggunakan lengan bagian dalam, dapat menularkan ke orang-orang disekitarnya, ataujika seseorang yang terjangkit bersin lalu tanggannya memegang suatu benda yang ada di tempat umumdan orang lain memegangnya, dapat menimbulkan adanya transmisi penyakit. 

Salah satu cara untuk mencegah penularan dan penyebarannya adalah dengan senantiasa menjagakebersihan dari diri dan lingkungan. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan dapat dilakukan dengan caramenggunakan antiseptik dan desinfektan. Antiseptik merupakan zat yang dapat menghambat pertumbuhandan perkembangan mikroorganisme tanpa harus membunuh mikroorganisme tersebut di jaringanhidup.14Antiseptik biasanya mengandung alkohol, chlorhexidine, dan anilides. Desinfektan merupakan zatyang dapat membunuh patogen di lingkungan.14Desinfektan biasanya mengandung glutaraldehid danformaldehid.Penggunaan zat-zat tersebut sebelumnya lebih menjadi tanggungjawab tenaga medis, namununtuk sekarang penggunaan zat-zat tersebut dapat digunakan tidak hanya di rumah sakit, namun di rumahpun akan sering digunakan.15,16,17

Jenis Antiseptik dan Desinfektan bermacam-macam menurut Lachenmeir 26:

1.Golongan aldehid : formaldehid, Glutaral

2.Golongan Guanid : Klorhexidine, poliheksametilen guanid

3.Cetrimide

4.Golongan senyawa benzalkonium

5.Etilen Oksida

6.Halogen

7.Iodofosfor

Selain jenis-jenis tersebut, terdapat pula zat yang mampu menjadi antiseptik ataupun desinfektan dengankomposisi sebagai berikut29 :

1. Bahan inti yang dapat digunakan

Antiseptik   : Sabun biasa

Desinfektan   : deterjen, desinfektan pembersih lantai

2. Bahan Pelengkap yang dapat digunakan :

Etanol dan isopropanol : 

Bekerja < 30 detik

Basis alcohol :

Durasi aplikasi 30-60 detik, volume yang digunakan 3 ml-5 ml, efektif pada konsentrasi 60-70% dibandingkan dengan konsentrasi 90-95%

Povidone iodin (PVI) :

Larutan scrup PVI 7,5% atau 4% dapat digunakan untuk pembersihan kulit

Glutaraldehyde :

Digunakan untuk mengdesinfektasi bahan-bahan atau benda yang peka terhadap panas. 

Dampak bila tidak digunakannya desinfektan sesuai dengan peruntukannya dapat yang paling umum adalahmenimbulkan iritasi.18 Iritasi yang dapat muncul adalah iritas kulit, jalur pernapasan, mata,dan dapatmenimbulkan keracunan. Namun berdasarkan jenis-jenis antiseptik dan desinfektan tersebut tentunyamemiliki bahayanya masing-masing jenisnya. Bahaya tersebut terangkum dalam tabel 1.

Tabel 1. Jenis-jenis Antiseptik dan Desinfektan Beserta Bahayanya (Lachenmeir 26)
NoJenisBahaya
1.AldehidTumor, Teratogenik, Fertilias, kardiovaskular, gastrointestinal, Pernapasan
2.GuanidKulit, sistem imun, pernapasan
3. CetrimideSistem imun
4.benzalkoniumSistem imun dan sensori
5. Etilen OksidaMeningkatkan resiko Adverse Drug reaction
6.HalogenGigi, kulit, kardiovaskular
7.IodofosforKulit, sistem imun

Namun dibalik bahaya pun, terdapat manfaat yang baik dan dapat dibuktikan dengan penelitian yang telahdilakukan sebelumnya.

Menurut penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya, praktik dari hygene yang bisa dilakukan yaitudengan mencuci tangan baik dengan sabun antiseptik selama 20 detik, ataupun jika sulit dilakukan dengansabun antiseptik, dapat menggunakan antiseptik berbasis alkohol 3. Menurut Jordan dan vanessa5rekomendasi untuk mencuci tangan baik itu dengan sabun antiseptik ataupun yang berbasis alkohol, dari 7 case control memberikan hasil efektif, 2 studi cohort menunjukkan tidak efektif, dan 2 studi cohort lainnyamenunjukkan efektif. Langkah cuci tangan yang baik menurut WHO ada beberapa tahapan yaitu :1.Tuang cairan antiseptik ataupun sabun antiseptik ke telapak tangan kemudian usap dan gosokkan keduatelapak tangan secara perlahan-lahan secara lembut dengan gerakan memutar.2.Usap dan gosok kedua punggung tangan secara bergantian.3.Gosokkan sela-sela jari hingga bersih.4.Gosok kedua punggung jari kedua tangan dengan posisi tangan saling mengunci.5.Gosok ibu jari dengan diputar dalam genggaman tangan kanan, lakukan pada kedua tangan secarabergantian.6.Usapkan ujung kuku tangan kanan dengan diputar di telapak tangan kiri, lakukan pula pada tangan satunya.7.Bilas dengan bersih jika menggunakan sabun antiseptik.

Selain itu, Data studi klinis tentang efektivitas secara khusus perlu menunjukkan bahwa bahan aktif dalamproduk cuci antiseptik konsumen lebih unggul daripada sabun non-antibakteri dalam mencegah penyakit ataumengurangi infeksi. FDA telah mengeluarkan aturan final yang mensyaratkan penghapusan bahan aktiftertentu dari sabun tangan antibakteri konsumen OTC dan pencucian tubuh termasuk triclosan dantriclocarban yang paling umum digunakan. Namun untuk hasil yang lebih efektif, konsumen dapat melihatmasing-masing kemasan antiseptik untuk mengatahui bahan-bahan apa saja yang terkandung dalamantiseptik tersebut. 

Menurut penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kampf et al menunjukkan coronavirus dapat di inaktifmenggunakan 62-71% etanol, 0,5%  hidrogen peroksida, ataupun 0,1% natrium hipoklorit dalam waktu 1 menit. Namun zat lain seperti benzalkonium 0,05-0,2% atau chlohexidine diglunate 0,2% memberikan hasilyang lebih efektif. Namun dalam penyelidikan saat ini menunjukan bahwa penggunaan desinfektan masihkurang efektif dikarenakan perlu adanya pembatasan terhadap lalu lintas agar penyebaran virus ini tidaksemakin melebar.7

Menurut Pottage el at 11 penggunaan Hidrogen peroksida sebagai desinfektan untuk menghilangkan virus bekerja dengan kuat dengan membentuk H-O, radikal bebas yang bereaksi dengan gugus tiol dalamprotein, lipid, dan asam nukleat. Mekanisme ini akan mampu mencegah berfungsinya protein dan asamnukleat pada virus dan menghambat proses replikasinya sehingga virus dapat mati.

Antiseptik yang digunakan di masyarakat adalah sabun antispeptik untuk cuci tangan dan handsanitizer , namun ternyata ada antiseptik lain yang berfungsi efektif yang dapat membantu menjaga tubuh dari virus, yaitu povidone iodine berbentuk nasal spray dan mouthwash. Povidone memiliki aktivitas virucidal yanglebih tinggi daripada agen antiseptik yang lain. Terbukti secara in vitro terhadap virus corona yang menyebabkan pandemi dalam dua dekade teakhir ini yaitu SARS-CoV yang menyebabkan SARS padatahun 2002 dan MERS-CoV aden yang menyebabkan edemi sindrom pernapasan timur tengah (MERS)8.

Terdapat prosedur rutin dalam penggunaan desinfektan yang dapat diterapkan23,24:1.Untuk permukaan objek dapat digunakan 1000mg/L klorid dan ditambah dengan etanol 75% untuk bahan-bahan non korosi, setiap 4 jam. 2.Untuk udara dalam ruangan yang dicurigai terpapar, buka jendela atau pintu selama 30 menit. Semprotkandesinfektan yang mengandung klorin 1000 mg dengan hati hati selama 2 kali seharidan tetap mengikutiprosedur keamanan.3.Untuk tanah dapat diseka dengan desinfektan yang mengandung klorin 1000mg, setiap 4 jam.

Saat ini banyak desinfektan dan antiseptik yang beredar dipasaran yang mungkin sudah beragam dan adabeberapa yang sudah terbukti dapat berpengaruh pada virus korona seperti yang ada di Finlandia yaituKiilto Easydes Spray, Kiilto Pluschlor, Kiilto Desichlor, Tevan Panox 200, and Nocospray.28Tidak hanyamanusia yang dapat menjadi perantara penyebaran virus corona, namun hewan juga dapat menjadipenghantar. Bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan maupun ternak, beberapa desinfektan inidapat digunakan untuk membersihkan kandang hewan yaitu, Mefisto, Dalmat 50EC, Rodalon, Asepto, danTH4 Desinfektan.

Saat ini pun sedang banyak digunakan oleh beberapa daerah di indonesia yaitu bilik desinfektan. Bilikdesinfektan merupakan suatu ruangan yang dibuat agar saat masyarakat masuk ke suatu wilayah, dapatdisemprotkan desinfektan dan terbebas dari virus. Cairan desinfektan yang digunakan antara lain diluted bleach (larutan pemutih / natrium hipoklorit), klorin dan sejenisnya, etanol 70%, ammonium kuartener, danhidrogen peroksida.31

Terdapat bahaya yang dapat ditimbulkan apabila penggunaan desinfektan berlebihan dan tidak sesuaidengan peruntukannya, maka dari itu untuk penggunaan bilik desinfektan disarankan hanya disemprotkanpada pakaian dan tidak mengenai bagian tubuh serta muka.

Pada masa pandemi ini, masyarakat banyak sekali yang berlomba-lomba untuk mendapatkan antiseptik dandesinfektan untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 ini. Apabila sulit mendapatkan antiseptikmaupun desinfektan, dapat dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana. Menurut Profesor Arif Sumantri, cairan desinfektan dan antiseptik dapat dibuat dengan menggunakan bahan bersifat asam seperti cuka yangdicampurkan dengan bahan lain, hal ini dikarenakan cuka memiliki pH yang rendah namun bisa membunuhvirus. Prosedur yang dilakukan adalah dapat mencampurkan setengah gelas cuka dengan setengah gelasair lalu ditambahkan sekitar 12-24 tetes minyak esensial seperti minyak kayu putih. 27 Selain itu, WHO pun telah mengeluarkan panduan pembuatan Hand-Sanitizer dengan menggunakan bahan-bahan yaitu etanolatau isopropil alkohol, hidrogen peroksida 3%, Gliserol 95%, dan air destilasi atau air yang sudah di rebus dan didiginkan 30 Selain itu pemakaian desinfektan perlu diperhatikan dari segi takaran pembuatannya. Sebelum memulai mencampurkan bahan, pastikan menggunakan sarung tangan dan pakaian lengkap untukmenghindari kesalahan saat proses pencampuran. Jika keadaan pencampuran sudah aman, bisadicampurkan pemutih pakaian sebanyak 1 sendok teh dengan 1 liter air. Takaran atau perbandingan inidinilai aman digunakan untuk disemprotkan kepada benda mati yang akan disterilkan, serta tidak berbahayadari segi bahan yang digunakan.

Dari beberapa penelitian yang ada memang menunjukkan bahwa efektif penggunaan antiseptik dandesinfektan untuk membunuh virus, namun jika tidak diikuti dengan pembatasan jarak antara penderitamaupun pembawa, maka tetap saja penularan akan semakin banyak dan tidak bisa dihindari. Perilakuindividu dan aturan umum kebersihan pribadi sangat penting untuk mengendalikan penyebaran dari covid-19 ini, seperti solasi diri secara dini, serta menjaga jarak sosial. 12,13,25

Tips penggunaan antiseptik dan desinfektan yang aman yaitu, beli dalam jumlah yang diperlukan, jauhkandari jangkauan anak-anak, hindari kontak mata dengan antiseptik dan desinfektan, serta gunakan padabarang-barang atau tempat yang diperlukan saja.22 Perlu diperhatikan untuk tempat penyemprotan. Desinfektan dapat disemprotkan ke seluruh penjuru rumah ataupun ruangan, namun perlu diperhartikanuntuk tidak mengenai barang-barang yang akan digunakan untuk makan ataupun minum. Sebelummenyemprotkan desinfektan, alangkah baiknya menutup semua peralatan masak, masakan, ataupunminuman yang ada di sekitar area penyemprotan sehingga penyemprotan tidak mengenai makanan atauminuman tersebut. Serta yang paling penting untuk memutus rantai penyakit adalah dilakukan secara rutin. Penyemprotan dapat dilakukan apabila ada manusia ataupun hewan yang masuk ke dalam ruangan, sepertiketika ada tamu yang datang berkunjung. 

Penyemprotan rutin juga dapat dilakukan terhadap tombol lampu, gagang pintu, atau peralatan apapun yangsering terkena kontak dengan manusia. Selain itu, apabila membeli barang secara online, sebaiknyasemprotkan desinfektan pada bungkusnya sebelum disentuh. Hal ini dikarenakan menurut penelitiansebelumnya mengungkapkan bahwa virus Covid-19 dapat bertahan beberapa jam dipermukaan benda mati, salah satunya yang biasanya digunakan untuk membungkus paket.

Perlu adanya edukasi lanjutan tentang bagaimana penggunaan antiseptik dan desinfektan yang efektif agarpotensi pencegahannya lebih baik. Penggunaan antiseptik yang baik dapat dilakukan dengan mengikuti 6 langkah cuci tangan sesuai standar dari WHO dalam waktu 20-30 detik. Selain itu batasi jarak kontakdengan daerah yang terkontaminasi karena semakin tinggi derajat kontaminasinya, semakin besar jumlahmikroorganisme yang ada 9.Serta menurut Gould et al 10 meningkatkan visibilitas dan ketersediaan stasiuncuci tangan dan hand rub berbasis alkohol  bermanfaat dan mengurangi penularan. Penggunaan antiseptikdan desinfektan ini harus disosoalisasikan dengan baik ke masyarakat terutama tentang penggunaan yangtepat dimana antiseptik dapat digunakan untuk bagian tubuh dan desinfektan digunakan untuk benda matiseperti barang-barang ataupun lantai rumah.Edukasi dapat dilakukan baik menggunakan media ataupunedukasi secara langsung oleh tenaga kesehatan terutama apoteker. Menjadi suatu tanggungjawab baikmasyarakat ataupun tenaga kesehatan untung senantiasa menjaga kesehatan.

Kesimpulan

Dari hasil yang telah di dapat, dapat disimpulkan bahwa penggunaan antiseptik dan desinfektan untukmencegah penularan Covid-19 efektif bila pemilihannya tepat serta digunakan sesuai denganperuntukannya. Perlu adanya edukasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat guna menjaditindakan pencegahan terhadap penyebaran lebih lanjut Covid-19 ini.

Daftar Pustaka

1.WHO Water, Sanitation, hygiene, and waste management for the Covid-19 virus. Geneva, Swiss. WHO. 2020.

2.Sohrabi , Alsafi, dan O Neil . World Health Organization declares Global Emergency: A review of the 2019 Novel Coronavirus (Covid-19). Int J Surg . 2020. pii: S1743-9191(20)30197-7.

3.Israel . Covid-19: An International Public Health Concern. Central Journal of Global Health 2020 vol 9 No1. ISSN 2166-7403 

4.Callaway , E. Coronavirus enter dangerous new phase . Nature 2020.  579:125.Jordan, Vanessa. Coronavirus (Covid-19): infection control and prevention measures . J.Prime HelathCare.2020; 12(1)

6.Kampf G, Todt D, Pfaeder S, Steinmann E. Persistence of coronaviruses on inanimate surfaces and itsinactivation with biocidal agents. J Hosp Infect2020

7.Cheng, Chih, Tzu-Ping, Wen Chien ko, Hung-jen Tang . Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) and corona virus disease-2019 (Covid-19): the epidemic and the challenge . International Journal of Antimicrobial Agents. 2020

8.Eggers . Infectious Disease Management and Control with Povidone Iondie. Infectious disesases andTheraphy 2019 8 : 581-93

9.Fierer N, Costello EK, Lauber CL, Hamady M, , Gordon JI. Bacterial variation in human body habitatsacross space and time. 2009. Science 326: 1694– 1697. doi:10.1126/science.117748 

10.Golud D, Moralejo D, dan Drey. Intervention to improve hand hygiene compliacnce in patient care. Cochare Database Syst Rev. 2017 .doi : 10.1002/14651858.CD005186

11.Pottage , T, Richardos, S.Parks, dan Walker. Evaluation of hydrogen Peroxide  Gaseous Disinfectionsystem to decontaminated viruses. Journal of Hospital Infection.2010

12.UK Government, department of health and Social Care, Coronavirus action. [Diakses Maret 2020].Tersedia online :https://www.gov.uk.government/publication/coronavirus-action-plan

13.Anderson, Hans, and Don. How will country-based mitigation measures influence the course of the covid19 epidemic. 2020.Thelancethttps://doi.org/10.206/50140-6736(20)30567

14.Jean Marie . Antiseptics and Disinfectans. Springer nature Switzerland Dermatology, 2020 https://doi.org/10.1007/978-3-319-68617-2_36

15.Upton A, Lang S, Heffeman H et al Mupirocin and Staphylococcus aureus: a recent paradigm of emergingantibiotic resistance. J Antimicrob Chemother 2003.51:613–617

16.Gosbell IB .Methicillin-resistant Staphylococcus aureus: impact on dermatology practice. Am J ClinDermatol 2004.5:239–259

17.Osterlund A, Kahlmeter G, Haeggman S et al .Staphylococcus aureus resistant to fusidic acid amongSwedish children: a follow-up study. Scand J Infect Dis 2006  38:332–334

18.Lachapelle JM A comparison of the irritant and allergenic properties of antiseptics. Eur J Dermatol2014.24:3–9

19.Jin Y-H, Cai L, Cheng Z-S, Cheng H, Deng T, Fan Y-P, et al. A rapid advice guideline for the diagnosis and treatment of 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) infected pneumonia (standard version). MilitaryMedical Research. 2020;7(1):4.

20.Kruse RL. Therapeutic strategies in an outbreak scenario  to treat the novel coronavirus originating in Wuhan, China. F1000Research. 2020;9

21.Van Doremalen N, Bushmaker T, Morris DH, Holbrook MG, Gamble A, Williamson BN, et al. Aerosol andsurface stability of SARS-CoV-2 as compared with SARS-CoV-1. New England Journal of Medicine. 2020

22.Yari, Hans, Ayda, and Alireza. Side effects of Using Disinfectans to Fight Coronavirus. Asian pacificJournals of Environment and Cancer. 2020.Vol 3 Issue 1

23.Health Commission of the People’s Republic of China. The standardization for sterilization techniques in hospital.[diakses april 2020]Tersedia online:  http://www.nhc.gov.cn/ wjw/s9496/201204/54510.shtml

24.Huang, Shuang, and Zhelin. The battle againts coronavirus disease 2019 (Covid-19): EmergencyManagement and Infection Control in Radiology Department. Journal of the american college of radiology2020.

25.Lorette G, Beaulieu P, Allaert FA et al .Superficial community-acquired skin infections: prevalence ofbacteria and antibiotic susceptibility in France. J Eur Acad Dermatol Venereol 2009. 23:1423–1426

26.Lachenmeir. Antiseptics and Disinfectans . Side Effects of Drugs Annual, Volume 38  2016. ISSN: 0378-6080

27.Arif Sumantri. Lakukan Desinfektan Secara Aman. [Diakses April 2020]Tersedia onlinehttps://bnpb.go.id/berita/lakukan-disinfeksi-atasi-covid-19-secara-aman-perhatikan-beberapa-prosedur

28.Killito. Disinfectans to Combat Coronavirus.[Diakses April 2020] Tersedia online:https://www.kiilto.com/en/newsroom/news/disinfectants-combat-coronavirus/

29.Medical Guideline [Diakses April 2020]. Tesedia online : https://medicalguidelines.msf.org/viewport/EssDr/english/antiseptics-and-disinfectants-16688206.html

30.WHO. Guide to Local Production. WHO. 2020

31.Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Surat Edaran nomor HK.02.02/111/375/2020 tentangPenggunaan Bilik Desinfeksi Dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid-19. 2020

About Majalah Farmasetika

Majalah Farmasetika (ISSN : 2686-2506) di situs ini adalah Majalah Farmasetika Edisi Khusus yang merupakan jurnal farmasi di Indonesia SINTA 5 berbentuk artikel penelitian, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *