Formulasi dan Uji FisikSediaan Spray Hand Sanitizer dariEkstrakDaunPohpohan (Pilea Trinervia)

Majalah Farmasetika, 9 (3) 2024, 244-254

https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v9i3.52600

Artikel Penelitian

Septilina Melati Sirait*, Adi Nurdiansyah, Nurrahma Octafiani, Nahya, Dimas Rizky Sauqi

Politeknik AKA Bogor, Kementerian Perindustrian, Indonesia

*E-mail: septilinamelati.aka@gmail.com

(Submit 16/01/2024, Revisi 03/02/2024, Diterima 08/03/2024, Terbit 17/04/2024)

Abstrak

Pada umumnya, sediaan hand sanitizer sering dibuat dalam bentuk sediaan spray agar lebih efektif menyerap ke kulit. Sediaan handsanitizer dari bahan tanaman menjadi salah salah satu trend formulasi sekarang ini. Indonesia memiliki berbagai jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi, namun  tak hanya untuk dikonsumsi, banyak juga yang dapat dijadikan sebagai obat untuk  penyembuhan penyakit salah satunya adalah daun pohpohan. Daun pohpohan (Pilea trinervia) merupakan bagian dari tanaman yang digunakan sebagai lalapan karena mempunyai cita rasa yang khas. Namun, daun pohpohan diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Daun pohpohan merupakan salah satu dari keanekaragaman hayati yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sediaan handsanitizer. Ekstrak daun pohpohan diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sediaan hand sanitizer dari ekstrak daun pohpohan. Ekstraksi terhadap serbuk kering dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan heksan, etil asetat dan metanol. Sediaan akan diformulasikan dalam bentuk spray hand sanitizer. Spray hand sanitizer dibuat dengan zat aktif ekstrak daun pohpohan dengan penambahan gliserin untuk membantu memudahkan alkohol untuk dioleskan ke kulit dan juga berfungsi sebagai pelembab pada kulit tangan.  Bahan – bahan yang digunakan yaitu antara lain gliserin, tween 80, natrium benzoate, mentol dan peppermint oil. Uji fisik yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji pH dan uji viskositas. Uji organoleptik menunjukkan sediaan berwarna hijau muda keruh dan berbau mint khas daun poh -pohan, pH yang dihasilkan yaitu 4,5 dan uji viskositas yaitu 3 cPs. Hasil pengujian menyatakan bahwa pengujian fisik telah memenuhi syarat untuk menghasilkan sediaan spray handsanitizer yang baik.

Kata kunci: spray, pohpohan, daun, antibakteri,

Teks Lengkap:

PDF

Pendahuluan

Indonesia memiliki berbagai jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi, namun tak hanya untuk dikonsumsi, banyak juga yang dapat dijadikan sebagai obat untuk   penyembuhan penyakit salah satunya adalah daun pohpohan10. Pohpohan atau yang dikenal dengan nama ilmiah Pilea trinervia Wight termasuk dalam tumbuhan dengan tinggi mencapai 2 meter. Helaian daun berbentuk bulat meruncing, bersifat lunak dan berbau khas. Selain itu, daun pohpohan juga sering digunakan sebagai pelengkap makanan tambahan sebagai lalapan dan sering ditemukan di halaman pekarangan rumah11. Kandungan fitokimia daun pohpohan menurut penelitian Suhendy et al, (2021) yaitu dengan menggunakan ekstraksi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol terdiri dari golongan streroid atau terpenoid, saponin, tanin, alkaloid, dan flavonoid1.

Salah satu upaya pencegahan agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah  dengan cara mencuci tangan dengan sabun antiseptik atau antiseptik tangan. Hal ini terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh Holifah, et al tahun 2020 mengenai daya efektifitas antiseptik gel hand sanitizer ekstrak etanol pelepah pisang kepok2. Pemakaian antiseptik tangan (hand sanitizer) dalam bentuk sediaan spray di kalangan masyarakat menengah ke atas sudah menjadi gaya hidup karena sangat    praktis digunakan. Hand sanitizer spray merupakan pembersih tangan berbentuk spray untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan yang mengandung bahan aktif alkohol 60%. Hand sanitizer memiliki kemampuan antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri karena mengandung cairan antiseptik2.

Tujuan penelitian adalah untuk membuat formulasi sediaan spray ekstrak daun pohpohan yang berpotensi menjadi sediaan hand sanitizer untuk membunuh bakteri yang terdapat di telapak tangan. Penelitian ini didukung berdasarkan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ekstrak daun pohpohan diketahui memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri E.Coli dan S.aureus3.

Metode

Alat


           Corong, kertas saring, Erlenmeyer Asah, Gelas Piala, Blender, Rotary Evaporator, Cabinet Dryer, Neraca, Pipet Tetes, Pipet Volumetri, Kertas Saring, Batang Pengaduk, Vial, Aluminium Foil, Spiritus, Magnetic Strirrer, Hot Plate, Tabung Reaksi, Cawan Petri, Inkubator, Vortex.

Bahan

|
           Daun Pohpohan yang diperoleh dari sekitar kampus Politeknik AKA Bogor Tanah Baru, n-heksan, Methanol, Etil asetat, Akuades, Alkohol 70%, H2O2 3% , Kloroform, Ammonia, Larutan Dragendorff, Larutan Meyer, Larutan Wagner, Larutan Eter, Larutan Lieberman, Larutan Asetat Anhidrat, Natrium Benzoat, Gliserin, Sorbitol, Mentol, Peppermint Oil, Tween 80

Prosedur Rinci


Pembuatan Simplisia


  Daun pohpohan yang akan digunakan dicuci untuk menghilangkan         kotoran kemudian ditiriskan12. Daun pohpohan dikeringanginkan selama tiga hari untuk menghilangkan kadar air di dalamnya, kemudian daun pohpohan yang telah dikeringkan dimasukkan ke dalam cabinet dryer dengan suhu 50oC untuk mengeringkan kembali daun untuk menghilangkan sisa kadar air yang belum teruapkan. Kemudian diblender dan dijadikan serbuk3.


Pembuatan Ekstrak


  Serbuk daun pohpohan sebanyak 50 gram di ekstraksi dengan metode maserasi bertingkat dengan direndam pelarut n-heksan, etil asetat, dan metanol masing-masing 500 mL (perbandingan 1;10 b/v) direndam selama 24 jam, kemudian pelarut diuapkan menggunakan rotary evaporator13. Suhu yang digunakan untuk proses penguapan menggunakan rotary evaporator sebesar 65°C untuk pelarut heksana, 75°C untuk pelarut etil asetat, 65°C untuk pelarut metanol. Suhu yang digunakan mendekati titik didih dari masing-masing pelarut3.

Pengujian Fitokimia Ekstrak.


Uji Flavonoid


  Ekstrak daun pohpohan sebanyak 0,1 g ditambahkan dengan serbuk Mg lalu ditambahkan dengan 2 mL HCl 2N. Hasil positif ditunjukkan dengan adanya perubahan warna menjadi jingga sampai merah4.


Uji Alkaloid


  Ekstrak daun pohpohan sebanyak 0,1 g ditambahkan dengan 3 mL  HCl 2% lalu dipanaskan dan dihomogenkan. Setelah itu dibagi menjadi           tiga tabung yang nantinya masing-masing ditambah dengan pereaksi Dragendorf, Meyer, dan Wagner. Alkaloid pada sampel ditandai dengan adanya endapan putih pada pereaksi Meyer serta endapan jingga atau cokelat kemerahan untuk pereaksi Dragendorf dan Wagner4.


Uji Terpenoid dan Steroid


  Ekstrak daun pohpohan sebanyak 0,1 g ditambahkan dengan 10 tetes kloroform lalu ditambahkan dengan larutan asetat anhidrat dan ditambahkan dengan H2SO4 sebanyak 10 tetes melalui dinding tabung reaksi. Terbentuknya cincin kecokelatan menunjukkan adanya kandungan terpenoid sedangkan terbentuknya cincin biru kehijauan menandakan adanya kandungan steroid4.

Uji Tanin


  Ekstrak daun pohpohan sebanyak 0,1 g ditambahkan dengan 1-2 mL  FeCl3 lalu di kocok, hasil uji positif ditunjukkan oleh terbentuknya warna biru kehitaman atau hijau kehitaman setelah ekstrak ditambahkan oleh FeCl34.


Uji Saponin


  Ekstrak daun pohpohan sebanyak 0,1 g ditambahkan dengan 3    mL aquadest lalu dikocok selama 15 menit. Hasil uji positif uji ini adalah terbentuknya busa4.

Formulasi Sediaan Spray Hand Sanitizer

Tabel 1. Formula Spray Gel Hand Sanitizer

Keterangan :

Ekstrak daun pohpohan ditimbang sebanyak 1,5 g di dalam gelas kimia, kemudian ditambahkan gliserin sebanyak 12 mL dan dihomogenkan menggunakan magnetic stirrer selama 10 menit dengan kecepatan 100 rpm hingga larutan homogen (gelas kimia A)17. Natrium benzoat 0,30 g ditimbang ke dalam gelas kimia B kemudian dilarutkan dengan akuades secukupnya hingga larut, kemudian ditambahkan sorbitol      sebanyak 15 mL kedalam gelas piala B dan dihomogenkan dengan magnetic stirrer dengan kecepatan 100 rpm selama 10 menit, kemudian ditambahkan mentol sebanyak 0,75 mL dan peppermint oil sebanyak 20 tetes dan dihomogenkan selama 10 menit18. Setelah homogen ditambahkan tween 80  sebanyak 5 mL dan dimasukkan larutan gelas kimia A serta akuades sampai volume larutan 100 mL dan dihomogenkan selama 10 menit5.

Uji Fisik Sediaan Spray Hand Sanitizer


Uji Organoleptik

Pengamatan organoleptik dilakukan secara visual meliputi warna, bau dan bentuk sediaan.


Uji pH

Pengukuran pH sediaan dilakukan dengan menggunakan pH meter. Sebelum digunakan, elektroda dikalibrasi atau diverifikasi dengan menggunakan larutan standar dapar pH 4 dan 7. Elektroda dicelupkan ke dalam wadah tersebut, dibiarkan angka bergerak sampai pada posisi konstan. Angka yang ditunjukkan pH meter merupakan nilai pH . Pengukuran pH dilakukan pada suhu ruangan24.

Uji Viskositas


  Pengukuran viskositas sediaan dilakukan dengan menggunakan viskometer Brookfield25. Cara kerjanya adalah alat viskometer Brookfield dinyalakan. Setelah itu sediaan disiapkan dalam beker glass 250 mL, lalu spindle 1 diturunkan kedalam sediaan hingga tanda batas. Pengukuran dilakukan dengan kecepatan 30 rpm6.

Hasil dan Pembahasan

Pembuatan Simplisia

  Daun pohpohan yang masih segar dan baru dipetik diseleksi dengan kategori  memiliki daun yang berwarna hijau, tidak berbintik dan daun yang utuh. Kemudian dikering anginkan selama beberapa jam kemudian setelah itu dimasukkan ke dalam cabinet dryer selama 24 jam. Setelah itu dipatahkan menggunakan jari tangan, kemudian setelah itu diblender sehingga menjadi simplisia14


Pembuatan Ekstrak

Larutan ekstrak daun pohpohan yang telah dimaserasi kemudian di evaporasi dengan menggunakan rotary evaporator. Proses evaporasi dilakukan hingga menghasilkan cairan pekat ekstrak daun pohpohan. Hasil evaporasi dari ketiga ekstrak dengan perbedaan pelarut menunjukkan adanya perbedaan warna, dimana ekstrak n-heksan berwarna hijau muda menjadi kekuningan, pada ekstrak etil asetat berwarna hijau tua, sedangkan warna dari ekstrak metanol menghasilkan warna hijau tua yang lebih pekat15.

Pengujian Fitokimia


  Pada penelitian ini, dilakukan pengujian kualitatif dengan uji fitokimia pada ekstrak kental hasil maserasi dan evaporasi dari ke tiga pelarut. Pengujian fitokimia ini bertujuan sebagai pengujian untuk menentukan kandungan senyawa aktif (metabolit sekunder) yang terkandung dalam tanaman16.

Pengujian senyawa kimia ekstrak daun pohpohan meliputi pengujian flavanoid, alkaloid, tanin, saponin, terpenoid serta steroid. Hasil pada pengujian fitokimia terhadap ekstrak daun Pohpohan dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 2. Hasil Pengujian Fitokimia Ekstrak Daun Pohpohan

Keterangan : + mengandung senyawa metabolit sekunder

         – tidak mengandung senyawa metabolit sekunder

Berdasarkan Tabel 2, didapati hasil pengujian flavonoid ekstrak daun pohpohan pada ketiga pelarut menunjukkan hasil positif, yaitu pada ekstrak n- heksan, serta metanol. Namun menunjukkan hasil negatif pada ekstrak etil asetat yang ditunjukkan dengan tidak terbentuknya warna jingga atau merah setelah dilakukan pengujian. Flavonoid merupakan golongan senyawa fenol yang bersifat polar yang terdapat hampir di setiap tumbuhan. Flavonoid umumnya akan larut oleh pelarut dengan sifat kepolaran yang sama misalnya etanol atau metanol. Pengujian flavonoid menggunakan serbuk magnesium yang ditambahkan pada ekstrak daun Pohpohan dapat menyebabkan senyawa flavonoid tereduksi sehingga menghasilkan perubahan warna larutan ekstrak menjadi warna jingga hingga merah7.

Alkaloid merupakan senyawa yang bersifat basa. Pengujian alkaloid dengan menggunakan pereaksi Mayer, Wagner dan Dragendrof tidak menghasilkan endapan yang terbentuk dari pergantian ligan7. Endapan terbentuk karena atom nitrogen yang mempunyai pasangan elektron bebas pada alkaloid mengganti ion iod dalam pereaksi Mayer, Wagner dan Dragendroff melalui          ikatan kovalen. Pengujian alkaloid ekstrak daun pohpohan pada ketiga pelarut menunjukkan hasil positif, ditunjukkan dengan terbentuknya endapan putih saat diberikan pereaksi Meyer lalu endapan jingga atau coklat kemerahan saat diberikan pereaksi Dragendroff dan Wagner.

Adanya senyawa tanin pada ekstrak daun pohpohan ditandai dengan adanya perubahan larutan ekstrak menjadi biru kehitaman atau hijau kehitaman dan disertai terbentuknya endapan. Perubahan warna tersebut terjadi karena adanya reaksi yang terjadi antara gugus senyawa tanin dengan reagen FeCl3 mengemukakan bahwa gugus

hidroksil pada senyawa tanin akan bereaksi dengan reagen FeCl3 sehingga dapat terjadinya perubahan warna ekstrak menjadi biru kehitaman atau hijau kehitaman. Pada penelitian didapati hasil positif pada ekstrak metanol daun pohpohan, hal ini dikarenakan tanin merupakan senyawa makromolekul dari senyawa polifenol yang bersifat polar. Umumnya senyawa tanin  akan larut dalam pelarut polar. Sedangkan pada ekstrak n-heksan dan etil asetat daun pohpohan memberikan hasil negatif.

Ekstrak daun pohpohan terdeteksi mengandung saponin yang ditandai dengan munculnya buih atau busa stabil selama 15-20 menit. Saponin paling tepat diekstraksi dari tanaman dengan pelarut etanol 70- 95% atau metanol21. Ekstrak saponin akan lebih banyak dihasilkan jika diekstraksi menggunakan metanol karena saponin bersifat polar sehingga akan lebih mudah larut daripada pelarut lain22. Hal ini sejalan dengan hasil pengujian dimana pada ekstrak metanol daun pohpohan menghasilkan uji positif pada pengujian saponin sedangkan ekstrak n-heksan dan etil asetat daun pohpohan menghasilkan uji negatif yang ditandai dengan tidak terbentuknya buih atau busa stabil selama 15-20 menit23. Busa yang terbentuk disebabkan karena senyawa saponin memiliki sifat fisika yaitu mudah larut dalam air dan akan menimbulkan busa ketika dikocok.

Pengujian steroid dan terpenoid ekstrak daun pohpohan pada pelarut n- heksan dan etil-asetat menunjukkan adanya senyawa steroid, sedangkan pada pelarut metanol menunjukkan adanya senyawa terpenoid . Prinsip ini berdasarkan pada kemampuan senyawa terpenoid dan steroid membentuk warna jika direaksikan dengan H2SO4 pekat dalam pelarut asam asetat anhidrat (pereaksi Lieberman Burchard)8. Hasil positif pada analisis ini ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna menjadi cincin kecoklatan yang menandakan adanya terpenoid, sedangkan terjadi perubahan warna menjadi cincin  biru kehijauan yang menandakan adanya steroid4.

Formulasi Sediaan Spray Hand sanitizer

Spray hand sanitizer dibuat dengan zat aktif ekstrak daun pohpohan dengan penambahan gliserin untuk membantu memudahkan alkohol untuk dioleskan ke kulit dan juga berfungsi sebagai pelembab pada kulit tangan19. Fungsi penambahan bahan – bahan lain dapat dilihat pada tabel 3 berikut20.

Tabel 3. Komposisi Spray Hand Sanitizer dan Fungsinya

Uji Fisik Sediaan Spray Hand Sanitizer


Uji
Organoleptik

Pengujian organoleptik bisa memberikan indikasi kebusukan, kemunduran kualitas dan kerusakan lainnya dari produk dalam penilaian bahan pangan sifat yang menentukan diterima atau tidak yaitu dari sifat indrawinya26.

Tabel 4. Hasil Uji Organoleptik

Warna keruh yang dihasilkan pada ketiga formula mouthwash diakibatkan penggunaan bahan aktif berupa ekstrak daun. kombinasi antara aroma khas daun pohpohan dengan peppermint oil menghasilkan aroma menyenangkan dan diharapkan mampu mengurangi atau menutupi aroma yang kurang menyenangkan pada sediaan spray hand sanitizer27. Rasa mint pada sediaan dipengaruhi oleh penggunaan peppermint oil. Bentuk dari ketiga formula yang dihasilkan  adalah berbentuk cairan28

Uji pH


  Kebanyakan pH optimum pertumbuhan bakteri, yaitu sekitar pH 6,5-7,5. Sedangkan pH sediaan hand spray harus sesuai dengan pH kulit  yaitu 4.5-6. Nilai pH yang dihasilkan pada formula ekstrak daun pohpohan dengan pelarut metanol yaitu pH 7, dikatakan memenuhi persyaratan karena berada dalam  rentang pH sediaan yang ditujukan untuk kesehatan mulut9. Nilai pH yang diperoleh pada sediaan hand sanitizer dipengaruhi oleh penggunaan sorbitol dengan tingkat keasaman sebesar 4,5. Pada formulasi sediaan,  sorbitol yang digunakan memiliki nilai konsentrasi terbesar29.

Tabel 5. Hasil Uji pH

Uji Viskositas


  Pada evaluasi viskositas menggunakan viskometer Brookfield, adalah jenis viskometer putar (rotasi) dengan sebuah rotor silinder (spindle) yang dicelupkan ke dalam sampel ekstrak daun Pohpohan. Pengujian viskositas sediaan ini diperoleh 3 cPs. Viskositas berpengaruh terhadap keefektifan saat hand sanitizer digunakan keluar dari bentuk sediaannya30.

Tabel 6. Hasil Uji Viskositas

Kesimpulan

Ekstrak yang diperoleh dari penelitian didapatkan ekstrak dengan pelarut metanol lebih optimal dalam memiliki aktivitas antibakteri. Hal tersebut berdasarkan hasil uji fitokimia yang menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan terpenoid. Sediaan spray hand sanitizer yang diperoleh kemudian diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptik, uji pH dan uji viskositas.

Daftar Pustaka

1.  Suhendy, H., Siti M., Tita N. Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak N-Heksana, Etil   Asetat, Etanol Daun Pohpohan (Pilea Trinervia Wight.) Pada Mencit Yang   Diinduksi Aloksan. Journal of Pharmacopolium.2021; 4(1):16 – 21

2.  Holifah, Yani A, Arista W, Butet S, Iif H. N. Efektifitas Antiseptik Gel Hand   Sanitizer Ekstrak Etanol Pelepah Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Terhadap   Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli. Jurnal Ilmiah   Medicamento.2020; 6(2).

3.  Khudry, A., Boy R. S., Kianto A. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pohpohan   (Pilea trinervia W) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal   Biologi.2014:1-11.

4.  Heliawati, L. Kimia Organik Bahan Alam. Bogor : Penerbit Pascasarjana-UNPAK;   2018

5.  Qhorina N.D, Fajar P., Mirhansyah W. Formulasi Sediaan Mouthwash Ekstrak   Daun Sirih Hitam (Pipersp.) Terhadap Streptococcus mutans dan Candida   albicans. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences.2021

6.  Kuncari, Emma S., Iskandarsyah, Praptiwi. Evaluasi, Uji Stabilitas Fisik dan   Sineresis Sediaan Gel yang Mengandung Minoksidil, Apigenin dan Perasan   Herba Seledri (Apium graveolens L.) Depok : Fakultas Farmasi Universitas   Indonesia; 2014.

7.  Simaremare, E. Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Gatal (Laportea   decumana (Roxb.) Wedd). 2014: 11(01), 98–107.

8.  Azmin, N, Anita R. Skrining dan Analisis Fitokimia Tumbuhan Obat Tradisional   Masyarakat Kabupaten Bima. Jurnal Biokteknogi dan Biosains   Indonesia.2019;6(2).

9.  Sheskey, P. J., Walter C. G, Colin C. G. . Handbook   of   Pharmaceutical     Excipients 9th Edition.London: Pharmaceutical Press;2020.

10.  Rusmiadi. Z.T.S, Ahmad N.A. , Anang   M. L . Karakteristik Fisikokimia dan   Sensori Nori Daun Pohpohan dengan Kombinasi Pati Uwi Putih dan Karagenan.   Jurnal Mutu Pangan. 2022: 9 (2).

11.  Guntara A, Yani L , Reza A. K . Identifikasi Senyawa  Flavonoidpada Ekstrak dan   Fraksi dari Daun Pohpohan (Pilea trinervia Wight.).. Prosiding Farmasi. Bandung   : Universitas Islam Bandung. 2016 : 2 (2)

12.  Fitria V, Rafiki F A, Nia K. Uji Aktivitas Gel Ekstrak Daun Pohpohan (Pilea   trinervia W) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Kelinci (Oryctolagus   cuniculus). Jurnal Ilmiah Farmasi. 2017

13.  Rosilia. Uji Aktivitas Ekstrak Etanol 70% Daun Pohpohan (Pilea melastomoides   [Roxb] Wedd.) Sebagai Diuretika Pada Tikus Putih Jantan Galur Sprague-  Dawley (skripsi). Bogor : Universitas Pakuan; 2019

14.  Bajunaid M.S. Efektivitas Ekstrak Daun Pohpohan (Pilea trinervia) Sebagai Daya   Hambat Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans ATCC 31987   (skripsi). Jakarta :Universitas Yarsi Jakarta; 2020.

15.  Suhendy H, Siti M, Tita N. Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak N-Heksana, Etil   Asetat, Etanol Daun Pohpohan (Pilea trinervia Wight.) Pada Mencit Yang   Diinduksi Aloksan. Journal of Pharmacopolium. 2021 : 4 (1)

16.  Sutandi I A, Arifah R, Nur R. Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pohpohan   {Pilea melastomoides (Poir.) Wedd} dan Reundeu ((Staurogyne elongate Kuntze)   pada Berbagai Taraf Naungan. Jurnal Agronida ISSN 2407-9111. 2017: 3 (1).

17.  Agustin Y, Septi W. Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Dengan   Bahan Dasar Ekstrak Biji Alpukat. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan. 2021:   8(2)

18.  Wardhani D A, Ari S, Artini P. Formulasi dan Pengujian Aktivitas Antibakteri   Sediaan Gel Hand Sanitizer Berbahan Aktif Kitooligosakarida. Journal of   Pharmaceutical Science and Clinical Research. 2023 : 8 (1)

19.  Riyanta A.B , Joko S, Susiyarti. Formulasi Gel Hand Sanitizer Non Alkohol Dari   Cuka Apel. Jurnal Ilmiah Manuntung. 2022 : 8(1)

20.  Handayani R. Nurul Q Y B. Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Dengan   Kombinasi Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera L.) Dan Ekstrak Daun Mengkudu   (Morinda citrifolia L.). Jurnal Surya Medika (JSM). 2022 : 8 (3)

21.  Alfiany F, Novita E K P, Fajar P. Optimasi Basis Formulasi Sediaan Handsanitizer   Gel Ekstrak Daun Sirih Hitam (Piper betle var nigra) Sebagai Antibakteri.   Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences. 10-12 Desember   2021. Universitas Mulawarman; 2021.

22.  Nurjanah B A D, Nurul D A, Muhammad Rifki M, Kun Harismah, Uji Formulasi   Gel Hand Sanitizer Berbasis Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Dan   Daun Stevia Sebagai Antiseptik Tangan. Seminar Nasional Pendidikan Biologi   dan Saintek (SNPBS) ke-V. 2020

23.  Zarwinda I, Elfariyanti, Azmalina A, Mutia A. Formulasi Sediaan Gel Hand   Sanitizer dari Ekstra Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averhoa Blimbi L) Kombinasi   Gel Lidah Buaya (Aloe Vera). Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2022 : 9(3)

24.  Megawati A P, Marhan E S , Ike N A,Verry A F. Uji Sifat Fisik Sediaan Gel Hand   Sanitizer Ekstrak Daun Pucuk Idat (Cratoxylum Glaucum). Prosiding Seminar   Nasional Penelitian & Pengabdian Pada Masyarakat 3-4 September 2019.   Pangkalpinang : 2019

25.  Dwi Yuni Maulina. Formulasi Dan Uji Fisik Sediaan Spray Hand Sanitizer   Sebagai Antiseptik Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum [Wight]   Walp) (tugas akhir). Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banyuwangi. Banyuwangi :   2022

26.  Syaiful S D. Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Gel Esktrak Etanol Daun Kemangi   (Ocimum Sanctum L.) Sebagai Sediaan Hand Sanitizer (skrisi). Universitas Islam   Negeri Alauddin  Makassar. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan : 2016

27.  Shabrina Masyithoh. Uji Sifat Fisik dan Uji Daya Antiseptik Gel Hand Sanitizer   Ekstrak Etanolik Kulit Buah Kakao (Theobroma kakao L.) terhadap Eschericia   Coli ATCC 25922 (skripsi). Universitas Islam Sultan Agung : 2022

28.  Moh Farhan. Formulasi dan Uji Mutu Fisik Sediaan Gel Ekstrak Bunga Telang   (Clitoria ternatea L.) sebagai antiseptic tangan. Jurnal Penelitian Farmasi &   Herbal. 2023: 5 (2)

29.  Rini Faramita. The Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer dari Lidah Buaya (Aloe   Vera) dan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum). Jurnal Kesehatan Luwu   Raya. 2023 : 10(1)

30.  Ul H A, Wilya I, Ni Made S.. Formulasi Sediaan Gel Antiseptik Tangan Ekstrak   Etanol 95% Daun Jambu Biji Merah (Psidiumguajava L.) Dengan Basis Carbopol   940. JIKF. 2018:6(2)

cara mengutip artikel

https://jurnal.unpad.ac.id/farmasetika/rt/captureCite/52600/0

About Majalah Farmasetika

Majalah Farmasetika (ISSN : 2686-2506) di situs ini adalah Majalah Farmasetika Edisi Jurnal Ilmiah yang merupakan jurnal farmasi di Indonesia SINTA 3 berbentuk artikel penelitian, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasetika. Edisi jurnal ilmiah ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian.

Check Also

PenentuanAktivitasAntioksidandariTigaJenisSimplisiaJahe (Gajah, Emprit, Merah) untukPengobatanTradisional Chinese Medicine (TCM)

Majalah Farmasetika, 9 (3) 2024, 293-300 https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v9i3.54494 Artikel Penelitian Aini Maisyah*, Tjia Khie Khiong, Garnadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *